April 13, 2024

Cuka sering dipuji sebagai herbisida yang manjur, tetapi penting untuk berhati-hati dalam mengevaluasi potensi risikonya. Bumbu pembersih ini bisa sangat keras pada tanaman, yang pada akhirnya menyebabkan mereka mati. Hal ini disebabkan adanya asam asetat dalam cuka yang memiliki kemampuan untuk membakar dan melarutkan membran sel tanaman. Konsentrasi yang lebih tinggi, di atas 20%, memberikan pengendalian gulma yang lebih baik, tetapi juga dapat merusak tanaman keras dan sayuran Anda. Larutan dengan 5% tidak seefektif larutan dengan tingkat keasaman 10 hingga 20% dapat memperlambat pertumbuhan gulma dan membunuh tanaman, tetapi tidak pada akarnya. Contohnya, cuka agak efektif untuk gulma tahunan kecil, tetapi metode yang paling dapat diandalkan untuk pengendalian gulma jangka panjang adalah dengan mencabutnya dengan tangan.

Keunggulan cuka adalah bekerja sebagai fungisida alami yang efektif yang dapat melawan penyakit tanaman seperti jamur berbulu halus. Campuran air hangat dan cuka sari apel (dengan ibu) dapat digunakan pada sebagian besar tanaman, kecuali sukulen dan daun halus yang sensitif terhadap keasaman. Dengan menyemprotkannya langsung ke tanaman, Anda juga berisiko membahayakan serangga taman yang bermanfaat seperti lebah, kupu-kupu, dan kepik.