June 13, 2024

Pohon polong monyet, juga dikenal sebagai pohon hujan, menawarkan manfaat lingkungan yang berharga melalui karakteristiknya yang unik. Salah satu kontribusinya yang luar biasa adalah pengikatan nitrogen, di mana tumbuhan tertentu memiliki kemampuan untuk mengubah nitrogen atmosfer menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk organisme hidup lainnya. Proses pemupukan alami ini memperkaya tanah dengan nitrogen, mendorong kesuburan tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman tetangga. Untuk menyelesaikan pengikatan nitrogen, pohon hujan membentuk hubungan simbiosis dengan bakteri khusus yang disebut rhizobia, yang juga dapat ditemukan di hutan lain seperti akasia, rosewood, dan koa. Bakteri hidup dalam nodul yang terbentuk di akar tanaman, dan menghasilkan enzim yang mengubah nitrogen menjadi amonia. Amonia ini digunakan oleh tanaman inang untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Pohon polong monyet memiliki sistem akar yang kuat yang juga membantu melindungi dari erosi tanah. Pohon melindungi lanskap dengan mencegah erosi dari limpasan air dan angin. Selain itu, kanopi raksasa pohon bertindak seperti perisai raksasa yang menghalangi curah hujan dan mengurangi dampak tetesan air di permukaan tanah. Intersepsi yang efektif ini sangat mengurangi erosi, terutama selama periode curah hujan yang intens.

Terakhir, penting untuk dicatat bahwa semua pohon berkontribusi pada konversi karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen, yang membantu mengimbangi dampak produksi fuel rumah kaca.